Mana mungkin detikan setiap saat itu bisa dihentikan
kecuali dengan kuasa sang penciptanya
Itulah hakikat kehidupan insan
Bagai kayuhan sebuah basikal menuju destinasinya
Takkan berhenti selagi belum tiba ke destinasi yang dituju
hakikat hidup
Yang mana sang waktu tidak akan pernah menunggu kita
Realitinya..
Kitalah yang perlu mengejarnya
menghargai setiap detikannya
bagaikan kita akan kehilangan insan yang kita sayangi
86400 saat....
Satu nilai yang cukup besar
namun kenapa masih mengharapkan sang waktu berhenti..
kenapa????
Istighfarlah.....
Seorang daei itu tiada masa lapang
baginya setiap detikan adalah bernilai
dakwah, belajar dan kerja...
itu tanggunggjawabnya
mana mungkin bisa digugurkan salah satu
hanya atas alasan masa yang tidak mencukupi
untuk menyelesaikan kedua-duanya
Ah! itu alasan semata...
Amanah tetap amanah
Perintah Allah tetap perintah
Tanyalah diri...
sudah cukupkah 24jam itu digunakan
untuk melaksanakan perintahNya???
Carilah ikhlas dalam setiap amalanmu
Muhasabah kembali..
ke mana hilangnya detik-detik saat
yang berharga itu....
kerna waktu itu adalah kehidupan....
"Wahai orang-orang yang beriman!Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok(akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr:18)
"Orang yang hidup untuk dirinya sendiri akan hidup seperti orang yang kerdil dan mati sebagai seorang yang kerdil.Tetapi, orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang yang besar dan mati sebagai orang yang besar juga..."-Syed Qutb
Buat sahabat-sahabat yang telah selamat pulang ke malaysia... hati ini RINDU (>_<)
lidah tidak bisa mengungkapkan kata-kata cinta..
hanya pena mampu titipkan rasa cintaku pada antunna..
hibanya hati ku atas pertemuan kita yang cukup sekejap tempoh hari..
namun pertemuan yang hakiki di syurga kelak yang lebih ku dambakan..
agar bisa rasa cinta ini membawa kepada pertemuan kita kelak
atas jaringan hati kerna cinta di jalanNya..
puisi cinta yg menjadi pengikat hati kita;
cinta adalah kekuatan
yang mampu mengubah duri jadi mawar
mengubah sedih jadi riang
mengubah cuka jadi anggur
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibbah
itulah cinta..
sekalipun cinta telah ku uraikan
dan kujelaskan panjang lebar,
namun jika cinta kudatangi,
aku jadi malu pada
keteranganku sendiri..
meskipun lidahku telah mampu menguraikan,
namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang..
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
kata-kata pecah berkeping-keping
begitu sampai kepada cinta..
dalam menguraikan cinta,
akal terbaring tak berdaya
bagaikan keldai terbaring dalam lumpur..
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..
biarpun medan kita kini berbeza, namun ruh-ruh kita tetap menyatu...
Uhibbukunna fillah! moga kita bisa terus tsabat :)
kadang ku tertanya sendirian
bisakah batu-bata itu terbina
sedangkan sang pembina
masih belum cukup memahami
hakikat sang batu-bata
apakah unsur penguatnya?
apakah makanan keperluan hariannya?
apakah elemen yang membentuknya?
apakah yang mengikat ruh sang batu-bata?
kenyataannya....
sang pembina tahu perihal sang batu-bata
tapi yang merungsingkannya
kemampuan dirinya
yang kudrat tenaganya tidaklah sekuat mana
yang ilmu tentang binaan tidaklah setinggi mana yang disangka
yang kemahirannya dalam membina tidaklah sehebat mana
namun...
itulah hakikatnya
amanah di bahu
mana mungkin dilepaskan begitu sahaja
kerna itu bukan kriteria sang pembina
yang bertunjangkan kalimah Lailahaillallah
yang meyakini UA bisa tercapai dengan adanya batu-bata
yang hanya mengharapkan redha Tuannya atas usaha pembinaannya
buat sang pembina...
jangan pernah mengalah pada suara kelemahan itu
proses membina itu panjang
hanya yang ikhlas dan sabar
mampu bertahan
dengan namaNya,
ar-Rahman..ar-Rahim..
ar-Rahman atas segalanya
ar-Rahim atas segalanya..
adunan rasa yang disimpan,
jauh di sudut yang paling dalam
buat jiwa-jiwa..yang berjiwa mutarabbi..
meski sudah jauh berjalan
jiwanya masih jiwa mutarabbi
mengharap sayang sang murabbi
mengharap kasih sang murabbi
wahai ‘abidurrahman..
dalam hatimu itu ada rasa sayang
dalam hatimu itu ada rasa kasih
sayang bukan sebarang sayang
kasih bukan sebarang kasih
cuma..cuma..
ingin kuingatkan..
diriku dan kalian
murabbi itu bukan malaikat
murabbi itu bukan nabi yang maksum,
cuma..cuma..
murabbi itu cuma seorang manusia,
yang dengan sedayanya mencuba
menjadikan nabi itu qudwah terbaik dalam hidupnya
dan kenapa, duhai pemilik hati ‘abidurrahman
perlu kalian mengeluh, berkeluh kesah
resah menanti murabbi sepertinya malaikat
menunggu murabbi sepertinya nabi
tanpa ada cacat walau sedikit
benar..benar..
benar murabbi itu seorang pemimpin
benar murabbi itu seorang guru
benar murabbi itu seorang teman
benar, seharusnya begitu
tapi..
ingin diingatkan,
diriku dan kalian..
kita merancang,
Allah jua merancang,
dan Dia adalah sebaik-baik perancang..
sabar..sabar..sabar duhai pemilik hati ‘abidurrahman..
tarbiyah itu dari Allah..
ada harinya tarbiyah itu lewat sang murabbi..
ada harinya tarbiyah itu lewat sang mutarabbi..
ada harinya tarbiyah itu, lewat diri kita sendiri…
tapi datangnya sama, dari Allah..
kenapa harus ada masa berhenti?
kenapa harus ada masa berhenti dari tarbiyah ini?
kenapa..?
yang miliki hatimu itu dirimu sendiri
yang miliki jiwamu itu jiwamu sendiri
yang miliki imanmu itu imanmu sendiri
Allah kan ada..
Allah ada..
Allah..
duhai pemilik hati ‘abidurrahman..
ku katakan begini,
untuk kalian yang memiliki jiwa mutarabbi
untuk diriku yang jua seorang mutarabbi
dan murabbi kita..jua seorang mutarabbi..
sampai..
murabbi teragung..
tidak rindukah kita pada baginda?
murabbi kepada murabbi teragung..?
DIA pemilik nyawa kita..
DIA pemilik hati kita..
DIA pemilik iman kita..
kembali pada asalnya diri.
jadi kenapa harus lari?
*puisi nukilan seorang ustaz....
merenung ku bertanya sang pemilik diri..
kenapa perlu rasa lemah?
kenapa perlu melarikan diri?
sedangkan jalan yang benar jelas terpampang di depan mata?
wahai sang pemilik diri...
hiasilah futurmu dengan bait-bait keimanan
jangan biar suara kelemahan itu melemahkan himmah mu
tetapkanlah mujahadahmu...
kerna tiada yang lebih indah melainkan
tarbiyah dari murabbi Teragung
dalam perjalanan menuju syurgaNya....
"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang yang beriman."(3:139)
Tarbiyah dari Illahi itu sangat hebat kan?
Terkesima seketika tika seorang sahabat memberikan ayat-ayat cinta Illahi ni.
Dia Musa berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku......" ( Taha: 25)
Doa Nabi Musa ketika memohon pada Allah agar dikurniakan pendokong baginda dalam berdakwah.
Subhanallah.......
Allah sebaik-baik tempat untuk kita memohon pertolongan.
Moga Allah permudahkan 中間発表 ana esok. Doakan ye:)
Buat adik-adik dan sahabat-sahabat yang sedang berperang dengan imtihan (peperiksaan), 論文 (thesis) dan 発表(presentation), tenangkan hati dan banyakkan mengingati Allah.
InsyaAllah dalam kesusahan itu pasti ada kemudahannya. Yakinlah akan pertolonganNya.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."(Al-Insyirah: 5-8)
اللّهُمَّ لا سَهْلا إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلا وَأَنْتَ
تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِيئْتَ سَهْلا
“Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikannya mudah. Dan Engkau dapat jadikan susah itu mudah, apabila Engkau menghendakinya”
"Wahai tuhanku tambahkanlah kepadaku akan ilmu, dan kurniakan aku kefahaman."
"Dan mohonlah pertolongan( kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan (solat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang kusyuk"(Al-baqarah: 45)
Marilah kita sama-sama lemparkan persoalan kepada diri kita, adakah kita telah bersungguh-sungguh dalam jihad ilmu ini sebagaimana Nabi Muhammad (saw) telah bersungguh-sungguh dalam menyampaikan amanah risalah? Dan adakah kita telah merasai peritnya mujahadah dalam kesungguhan kita, sebagaimana Nabi Muhammad (saw) merasai peritnya mujahadah dalam kesungguhan baginda?Renungkanlah...
Moga Allah permudahkan setiap urusan kita. Selamat bermujahadah:)
"Ya Allah, bantulah kami dalam mujahadah kami dan tetapkanlah niat kami semata-mata keranaMu sebagaimana ikrar kami; sesungguhnya solat kami, ibadah kami, kehidupan kami dan kematian kami adalah semata-mata keranaMu, Tuhan sekelian alam."
Maa taufiq wannajah.......Fasbir sabran jameela(bersabarlah dengan sebaik-baik kesabaran)!
ikhlas dari, FloWeRLoVeR
"ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa hambaMu yang lemah ini, hindarkanku dari rasa malas kerna ia pematah tekad dan ikhlasku.."ameen.
Dalam liqa isnin lepas, tiba-tiba ana terkeluar perkataan ini..
"memanusiakan manusia"
Hihi peninla ahli liqa' yang mendengarnya.
Nampak macam pelik kan?
Kenapa nak "manusia"kan manusia sedangkan dah memang manusia?
Baiklah. Mari kita cuba fahami apa itu "manusia" terlebih dahulu sebelum kita bincangkan tentang ungkapan tadi.
"Wahai manusia!Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungghunya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai abyi, kemudian (dengan beransur-ansur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami tutunkan air (hujan) di atasnya,hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah."(Al-Hajj:22)
Manusia. Makhluk ciptaan Allah yang dariNya kita datang dan kepadaNya kita kembali.
Dalam konteks inovasi, apabila sesuatu barang /mesin itu dicipta pastilah ada tujuan diciptakannya. Bagaimana kalkulator dicipta untuk memudahkan manusia mengira nilai-nilai yang besar, begitulah juga dengan penciptaan manusia. Mana mungkin Allah ciptakan manusia sekadar untuk memenuhi ruang bumi yang serba luas hanya sebagai sebahagian dari hidupan alam.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadah kepadaKu."(51:56)
"...Aku hendak menjadikan khalifah di atas muka bumi ini......."(2:30)
Fitrah manusia itu, walau macam manapun difikirkannya, manusia tidak mampu untuk berfikir tentang tujuan penciptaannya. Atas sebab itu, Allah utuskan para nabi untuk menyampaikan pada manusia tujuan hidupnya di atas muka bumi ini dan bukannya untuk mengajarkan ilmu fizik, biologi etc. Kerna ilmu-ilmu tersebut mampu dikuasai manusia melalui nikmat akal kurniaan Allah. Manusia itu hanya perlu mencari dan mengkaji, kerna sunnatullah ilmu-ilmu ini telah terbentang luas di atas muka bumi. Manusia hanyalah perlu mencari dan menemukannya.
Ingat lagi kisah suatu kaum yang meminta pendapat rasulullah s.a.w tentang mendebungakan pohon kurma?
Ha, ingat tak apa jawapan rasulullah s.a.w?
أنتم أعلم بأمر د نيا كم
Kamu lebih mengetahui tentang urusan dunia kamu
Rasulullah s.a.w nak maksudkan di situ bahawa tak perlu bertanya pada baginda tentang hal-hal seperti itu kerna Allah telah kurniakan akal pada manusia yang tidak dimiliki mana-mana makhluk lain. Rasul diutus untuk menceritakan tentang matlamat hidup manusia dan manusia hanya perlu gunakan akal kurniaanNya sebagai alat untuk berfikir bagaimana untuk melaksanakan matlamat hidupnya.
"Sebagaimana kami telah kepadamu seorang rasul (Muhammad) dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kitab(Al-Quran) dan hikmah(Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." (Al-Baqarah:23)
Amat rugi manusia yang tidak menyedari hakikat kejadian dirinya. Tidak dinafikan jika ramai yang merasakan hidup mereka kosong lantaran si pemilik tubuh tidak mengenali sebenar-benar kejadian dirinya. Biarlah mewah, gembira dan bahagia sekalipun hidup seseorang itu, nalurinya tetap mengatakan "HIDUPKU KOSONG!". Neraca manusia dan neraca Allah itu bebeza sama sekali.
Pada perkiraan manusia, dengan memiliki ijazah yang hebat, pekerjaan yang bagus, duit yang mencukupi, keluarga yang bahagia sudah cukup untuk mengisi seisi hidupnya. Namun, manusia itu silap. Pada Allah, itu bukanlah sesuatu yang cukup sebagai pelengkap hidup insani. Selagi manusia tidak melaksanakan kedua-dua matlamat penciptaannya, selagi itu mereka tidak akan pernah puas untuk mencari unsur-unsur yang boleh mem'bahagia'kan mereka.
Sedar tak bahawa manusia itu bagaikan ROBOT sekiranya dia tidak memahami hakikat kejadian dan tujuan penciptaannya? Kenapa ana katakan ROBOT?
Cuba kita lihat kerja-kerja robot. Apabila disambung ke sumber elektrik, bekerjalah ia seperti mana yang telah diprogramkan oleh tuannya. Jika robot itu fungsinya adalah untuk mencuci pakaian, maka dari awal hinggalah kehilangan kuasa, kerjanya hanyalah "mencuci dan terus mencuci","berulang dan terus berulang".
Cuba kita muhasabah kembali kehidupan seharian kita.
Bangun pagi.........Solat......Pergi ke sekolah/kerja......Makan........Balik sekolah/kerja.....Tonton TV.....Layari internet.......Tidur..........dan keesokannya kita masih ulangi perkara yang sama kan? Berulang dan terus berulang!!
Ha, tak rasa ke kehidupan seperti ini tak ubah seperti robot kan?
Kerna itulah ana ungkapkan kata-kata di awal tadi, "memanusiakan manusia".
Kita perlu mengembalikan kembali nilai-nilai yang perlu ada pada seorang manusia supaya kehidupannya tidak lagi seperti robot yang dibayangkan tadi. Kehidupan yang seperti tiada matlamat yang jelas dan hanya mengulangi perkara yang sama hari demi hari.
Manusia yang bergelar "manusia" itu hidup kerna jiwanya hanya penuh dengan ketaatan pada Allah, fikirannya hanya penuh dengan BERFIKIR demi deenulislam dan jasadnya hanya bekerja demi kebangkitan Islam itu kembali.
Jika "robot-robot" lain mengatakan tidak mungkin untuk Islam bangun kembali, namun mereka tetap mengatakan YA.
Kerna keyakinan akan ketetapan Illahi itu memacu kehidupannya kepada usaha kerasnya sekaligus membentuk hadayatul rabbaniyyah (kehidupan rabbani) yang tiada lagi dikatakan ungkapan HIDUP KOSONG.
titah bermula berbekal himmah dari yang Maha Satu disulami satu nafas baru satu anjakan baru kerna, dalam kehidupan Rabbani itu adanya bisikan lembut di hati menyeru untuk sentiasa membersihkan hati memperbaharui niat mencari nafas baru agar kita bisa segar, ceria, teguh untuk terus bertapak di jalan penuh liku ini meninggalkan palit-palit jahiliyyah sedikit demi sedikit dikikis agar ia tidak bisa lagi menjadi batu penghalang untuk terus bermujahadah mengharapkan mardhatillah yang teragung kerna dalam nafas baru itu hanya ada DIA dalam setiap helaan..
~agar bisa dalam setiap helaan nafasku, hanya basah dengan zikrullah padaMu~ kerna nikmat tarbiyah dariMu, langkahku bermula dan terus mara.... atas kefahaman yang satu... ad-da'wa ahsanul qaul wa AHSANUL `AMAL!
"Wahai Pembolak-balik hati, tetapkanlah hati-hati kami untuk terus thabat di jalan ini dan kekal dalam agamaMu."
-MEMBERI dan terus MEMBERI kerna ia pengikis rasa MEMILIKI-
Hati ini sering bertanya Di mana Dia dalam hatiku? Di mana Dia dalam amalku? Di mana Dia dalam tawakalku? Kadang hati ini pilu pilu teramat sangat Kadang hati ini malu malu teramat sangat Kerna hati ini tidak bisa setia dalam mencintaiNya Kerna hati ini tidak bisa istiqamah dalam mendambakan kasihNya
Ighfirly ya Allah!Ighfirly ya Allah! Tidak bisa hati ini meraih cintaMu andai qalbi masih penuh noda duniawi andai qalbi masih belum mengerti erti KUSYUK dalam menyemai rindu padaMu
Letakkanlah dunia di tanganku, di genggamanku dan bukan di hatiku.. agar hati ini bisa mengenang nikmat-nikmat kathirMu agar hati ini bisa kembali istiqamah ISTIQAMAH DALAM MENCINTAIMU ISTIQAMAH DALAM BERMUJAHADAH menegakkan kalimah LA`ILAHAILLALLAH kerna telah ku berjanji atas kalimah itu menjadi SAKSI AL-HAQ pada manusia sejagat! kerna atas janji itu... hati ini yakin akan pertemuan denganMu..ya Waduud~
"Thank you Allah...kerna dalam perjalanan yang panjang itu ku temui KEBENARAN dan CINTAMU"
....kerna kesucian cintaMu, hati ini bisa IKHLAS dalam MEMBERI......
Kematian.... Tatkala ia datang Itulah pengakhiran kehidupan di suatu alam dan tatkala ia datang bermulalah kehidupan di alam yang baru suatu alam yang tiada siapa ketahui pengakhirannya.... suatu INFINIT!!! Hanya Dia yang Maha Mengetahui segalanya....
Tersentak...Sedih...Takut..Insaf... Bercampur baur perasaan hari ini. Pagi-pagi lagi saya search website TV9 untuk menonton rancangan berita siaran stesen televisyen tersebut. Hati tersentak lantaran berita yang disiarkan adalah berkaitan salah seorang ikhwah yang kemalangan jalan raya setelah baru sahaja 4 jam lepas selesai akad nikah, iaitu antara ibadah yang sangat dituntut dan juga menjadi kesukaan Rasulullah s.a.w. bagi umatnya, kejadian berlaku pada hari jumaat, penghulu segala hari . Kemudian, saya baca lagi berita di mailing list, disertakan sekali dengan gambar-gambar yang menyayat hati dan menginsafkan insan-insan yang melihat. "Innalillahiwainnailahiraji`un...."
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,ia PASTI menemui kamu…”(Al-Jumu’ah:8)
‘Mahu tak kamu tahu apakah perkara yang menjadi pemutus kepada kelazatan dunia?’ Rasulullah pernah bertanya.
‘ Itulah dia mengingati mati..’
Walaupun saya tidak mengenali arwah akhi yang dimaksudkan, namun mungkin kerna atas fikrah yang sama, sedikit sebanyak turut menyentuh hati yang masih baru dalam lapangan dakwah ini.
Kematian datang tanpa kita mampu menjangka bila ia akan berkunjung, walaupun baru sahaja selesai menyarungkan cincin tanpa sempat majlis perkahwinan dilangsungkan. Itulah ketentuanNya. Kita hambaNya yang lemah ini tidak berkuasa untuk menghalang sebarang ketetapanNya. Yang pergi tetap pergi dan yang masih bernyawa perlu meneruskan perjuangan suci ini hingga saat Sang Pencipta memanggil kita pulang ke pangkuanNya. Moga roh arwah serta kedua ibubapanya diberkatiNya dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman di syurga kelak.
Buat para duat, sama-sama kita luruskan kembali niat, moga redhaNya serta kebahagiaan syurgaNya yang hakiki sentiasa menjadi impian kita sebagai puncak perjuangan kita menegakkan kembali al-haq di atas muka bumi ini. "Seandainya dunia terjadinya perpisahan, moga di syurga kelak terjadinya pertemuan kembali."
Kadang kita leka mengejar dunia hingga kita lupa untuk mendekatiNya kita lupa untuk memohon ampun atas dosa-dosa lalu walaupun sesaat...walaupun seminit! Namun, kematian juga tidak akan menunggu kita walaupun SESAAT...! Tiada apa yang mampu dilakukan saat jasad dan ruh terpisah... Banyakkanlah muhasabah Banyakkanlah mengingati mati Kerna dengan mengingati mati Hati itu "HIDUP".....
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. "(Ali- 'Imran: 185).
"Ya Allah ya Rabbi, matikanlah kami dalam husnul khotimah"
~Ya Allah, seandainya terdapat satu waktu atau detik di mana aku benar-benar merasakan keindahan iman, di mana aku benar-benar merasakan keagungan-Mu, maka matikanlah aku di saat itu agar aku bisa meraih semulia-mulia kematian....Kerana aku sering kali ragu akan keikhlasanku sendiri~
Terima kasih Allah atas nikmat tarbiyah dariMU..kerna Engkaulah MURABBI TERAGUNG..